Sandang Status Unicorn, OVO Indonesia Diminta Lebih Berkontribusi ke Negara




OVO Indonesia akhirnya menjadi unicorn kelima Indonesia. Menurut Sinta Setyaningsih, Head of Public Relation OVO mengatakan bahwa OVO masih berkembang dan perkembangan ini tidak bisa lepas dari kerja sama dengan 2 unicorn lainnya, Tokopedia dan Grab seperti dilansir dari Republika.
Ketika ditanya mengenai rencana OVO kedepannya, Sinta enggan membeberkannya. Namun, ia memberikan gambaran garis besar mengenai apa yang hendak dilakukan oleh OVO seperti mendorong masyarakat Indonesia untuk melakukan investasi dan melayani masyarakat dengan produk dan layanan-layanannya.
Hal yang sama juga diharapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Beliau berharap agar OVO bisa memberikan kontribusi lebih bagi bangsa dan negara. Corporate Social Responsibility atau CSR bisa dijadikan sebagai sebuah medium untuk membantu masyarakat Indonesia seperti dilansir dari Kompas.

3 rencana OVO Indonesia kedepannya

Dilansir dari berbagai sumber, ada 3 rencana Ovo Indonesia yang sempat disebutkan dan diprediksi akan segera dilakukan seperti berikut:
  • Mengakuisisi Bareksa

April 2019, OVO dikabarkan akan mengakuisisi startup jual-beli reksa dana Bareksa dengan nilai investasi sebesar US$20 juta atau sekitar Rp. 280 Milyar. Isu ini mencuat lantaran CEO dari Bareksa, Karaniya Dharmasaputra juga menjabat sebagai Presdir dari OVO.
Menurut Sinta, Bareksa merupakan money market fund yang sudah dikenal masyarakat. Mengenai bentuk kerjasama yang akan dilakukan, Sinta mengaku masih akan digodok dan mencari bentuk yang paling mudah dan bermanfaat bagi para penggunanya.
Sinta menambahkan, bentuk kerjasama yang akan ditawarkan bisa berupa layanan investasi online yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para penggunanya dalam melakukan investasi secara online.
  • Bekerjasama dengan WhatsApp

Dilansir dari Reuters, Whatsapp dikabarkan tengah mengajukan kerjasama dengan beberapa digital payment asal tanah air, salah satunya adalah OVO Indonesia. Mengenai hal ini, Ershad Ahmad selaku Chief Marketing Officer dari OVO enggan memberikan komentar. Namun, ia mengatakan bahwa OVO terbuka dalam berbagai macam kolaborasi.
Jika dilihat, kerjasama yang akan dilakukan berbentuk Whatsapp Payment. Hal ini diprediksi bisa memudahkan para pengguna dalam melakukan pembayaran karena, mereka bisa mengaksesnya via Whatsapp.
  • Merger dengan DANA

Untuk menyaingi Go-Jek di Indonesia, GRAB berencana akan menggabungkan OVO dengan digital payment asal Indonesia lainnya, DANA. Hingga kini, belum ada tanggapan mengenai hal itu baik dari GRAB maupun OVO.
CEO Espay Debit Indonesia Koe atau DANA, Vincent Henry Iswarastio mengaku belum bisa memberikan komentar karena itu masih bersifat spekulasi semata. Rencana ini menjadi bagian besar dalam menggabungkan OVO dan DANA menjadi sebuah wadah dompet digital yang memenuhi kebutuhan orang-orang.
Status OVO Indonesia sebagai unicorn kelima di Indonesia membuat mereka menjadi salah satu perusahaan start-up di tanah air yang sangat tenar dan diprediksi akan memberikan langkah-langkah baru dalam membantu masyarakat lewat fitur dan layanan terbaru.

No comments

Powered by Blogger.